Hakikat Keyakinan
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mendengar ungkapan, “Kamu harus yakin. kalau kamu tidak bisa yakin ya gimana….?”. Apakah yang dimaksud yakin pasti bisa, yakin pasti berhasil, yakin pasti sembuh dan seterusnya?. Maka apa yang disebut dengan yakin dalam ungkapan yang hampir setiap hari, atau bahkan kita pun biasa mengucapkannya?.
Tidak jarang pula kita menemukan seseorang yang begitu bersemangat, antusias dan bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Pikirannya dipenuhi oleh pikiran-pikiran positif dan konstruktif. Raut wajahnya senantiasa berseri, karena dia mempunyai keyakinan terhadap apa yang akan diraihnya kelak. Kondisi seperti ini adalah kondisi dimana seseorang sedang mencapai tingat keyainan yang baik dan akan terus membaik, jika mengerti cara memeliharanya.
Tetapi ada juga setelah beberapa waktu lamanya, orang yang semulanya kita temui penuh semangat dan bergairah, selalu berpikiran positif, tiba-tiba semangatnya mengendor, tampak tidak bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan. Penampilannya kusust dan lusuh. Pikirannya senantiasa digelayuti oleh pikiran-pikiran negatif dan picik. Akibat keyakinan yang dimilikinya mengenai masa depan sedikit mengabur, diselimuti oleh kabut-kabut keraguan, dan semakin hari semakin bertambah tebal. Situasi seperti ini dapat dikatakan bahwa tingkat keyakinan seorang sedang mengalami penurunan dan akan terus menurun sampai titik yang terendah, jika tidak tahu bagaimana mengatasinya.
Kenapa keyakinan tersebut bisa menaik dan indikasinya semangat berkarya meningkat, sebaliknya bisa menurun dan indikasinya semangat berkarya melemah?. Karena keyakinan itu menyangkut harapan yang akan terjadi di masa datang yang sifatnya adalah ghaib, tidak seorangpun yang mengetahuinya. Selama seseorang yakin terhadap harapan yang akan dicapainya di masa depan, dan ia terus menggali informasi untuk menguatkan keyakinan tersebut, maka selama itu dia akan bersemangat. (BMJ)

















