Mario Teguh Golden Ways 14 Juni 2009: Hati Emas Pemimpin
Sahabat Indonesia, Syukur Alhamdulillah kami masih diberikan kesempatan untuk mengetengahkan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi Ahad, 14 Juni 2009.
Edisi Mario Teguh Golden Ways (MTGW) kali ini adalah edisi khusus yang diberi nama GOLDEN HEARTS dengan Topik Hati Emas Pemimpin, karena kita memang sebaiknya berfokus pada kualitas hati dari para calon pemimpin kita, karena kita akan menyerahkan hati kita kepada yang terbaik hatinya. Pada kesempatan ini MTGW menghadirkan Bintang Tamu pasangan Capres-Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto.
Program Golden Hearts tidak berpihak kepada pasangan tertentu, tetapi berpihak kepada keharusan bagi bangsa Indonesia untuk mempercayakan kepemimpinan hidupnya kepada pribadi-pribadi yang baik. Berikut resume yang bisa kami catat:
Janji hanya sebaik hati orang yang beranji. Pribadi yang baik tidak harus berjanji, karena pribadi yang baik sudah menjanjikan. Apapun yang disentuhnya akan menjadi pemuliaan bagi kehidupan kita.
Kita telah banyak mendengar janji yang disampaikan oleh banyak orang yang kemudian terbukti sedikit sekali yang membuktikan kesetiaan mereka pada janji yang menjadikan mereka diutamakan.
Maka bukan janjinya yang seharusnya kita perhatikan, tetapi pribadi dari yang berjanji.
Jika kita menemukan nilai-nilai pada seseorang, yang menjadikan kita mempercayainya, sebetulnya dia sudah tidak perlu berjanji lagi.
Pribadi yang baik tidak perlu berjanji, karena pribadinya telah menjanjikan penghormatan bagi kebaikan orang lain.
Kehidupan sangat tergantung dengan cara memandang hidup ini, kalau dalam materi lihatlah kebawah yaitu orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kita, maka akan timbul rasa syukur. Tapi kalau dalam hal prestasi lihatlah keatas yaitu orang-orang yang jauh lebih berprestasi dari kita, maka ini akan menghasilkan suatu cita-cita yang kuat.
Kita melihat yang dibawah sebagai tugas bagi kita untuk mengangkatnya, dan melihat yang diatas dijadikan sebagai contoh tauladan.
Harus ada rencana keberhasilan bagi rakyatnya didalam rencana keberhasilan seorang pemimpin.
Keluarga adalah kelompok terkecil dari bangsa ini, untuk itu keluarga haruslah menjadi contoh dalam kehiduan berbangsa ini.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang setia terhadap janjinya, sekalipun janji itu dianggap kecil. Pemimpin yang baik akan selalu memuliakan keluarganya, karena orang yang mengkhianati keluarganya memungkinkan mengkhianati siapapun.
Dalam kompetisi untuk Pilpres ini kami yakin kami yang terbaik, karena kalau tidak yakin tentunya kami tidak ikut. Tetapi kalau kami dikalahkan berarti orang yang menang itu lebih baik dari kami untuk bangsa ini, dan kami akan menerimanya dengan ikhlas. (Jusup Kalla)
Pribadi pemimpin yang sangat sederhana akan sangat rendah hati, demikian sederhananya sehingga dampaknya tidak sederhana.
Jarang sekali orang didalam ke-ikhlasan-nya untuk sederhana, meminta Tuhan penggunaan dirinya bagi kebaikan orang lain.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tatkala memberikan pengertian tidak berharap imbalan apa-apa dari yang dilakukannya, karena semuanya itu adalah amanat dari Tuhan dan mandat dari yang dipimpin-nya. Tidak boleh ada cara-cara buruk untuk mencapai kebaikan.
Tiga Proses kepemimpinan
- Meneladankan
- Menganjurkan
- Mengharuskan
Tidak ada kepemimpinan yang berhasil hanya dengan meneladankan atau menghimbau, harus ada kekuatan dibalik kelembutan. Semua hati yang keemasan juga hati yang kuat sekali mencegah, supaya kayu jati yang indah itu tidak terbakar jadi arang.
Tugas kepemimpinan adalah :
- Kepemimpinan Manusia
- Kepemimpinan Negara
- Kepemimpinan Alam
Dalam masa kampanye lebih banyak penekankan pada janji kepemimpinan negara, jarang sekali disinggung tentang kepemimpinan kemanusiaan kemudian kepemimpinan alam.
Pada dasarnya kita akan hidup dengan nyaman dan berkelanjutan kalau kita mencintai alam, iklim, dan kebersihan. Mencintai alam dengan tidak merusaknya dan berusaha melestarikannya.
Pelestarian alam sebetulnya sudah diatur dalam undang-undang, tinggal bagaimana para pelaku bisa mematuhinya, dan para penegak hukum bisa melakukan pengawasan dengan tegas.
Kalau kita ingin mencapai kebaikan kita tidak harus menunggu pemimpin. Rayat Indonesia tidak boleh menunggu dibuat untuk berhasil. Kita tidak boleh menjadi pribadi yang ingin diberi, tetapi kita harus menjadi pribadi yang ber-rezeki baik.
Seorang pemimpin tentunya harus memerikan tauladan. Disuatu pihak juga memberikan harapan, sehingga apabila orang bekerja dengan baik, harapan itu bisa tercapai, dengan memberikan fasilitasi, dorongan, juga kemudahan. Serta menjaga dengan tegas apabila ada yang melanggar dari ketentuan-ketentuan hukum yang ada.
Jadi harapan harus diberikan, caranya harus ditunjukan, dorongannya harus diberikan, dan dijaga apabila terjadi gesekan antar masyarakat. Dengan cara ini masyarakat akan bekerja sebaik-baiknya untuk mendapatkan rezeki yang baik.
Ada tiga kata yang merupakan kunci dari yang akan dilakukan seorang calon pemimpin.
- Keadilan
- Kemandirian
- Martabat
Tiga hal ini harus bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Yang harus dilakukan pemimpin adalah membantu rakyatnya untuk mendapatkan rezeki lebih baik.
Tidak ada kepemimpinan yang bisa dilakukan dengan kejujuran yang cacat.
Kejujuran adalah modal yang utama disamping ketulusan. Kalau kita tidak jujur akan sangat sulit untuk mengajak orang jujur. Untuk itu kejujuran adalah hal utama untuk dimiliki oleh seorang pemimpin.
Bangsa ini harus dimajukan secara bersama-sama, seorang pemimpin tidak akan sanggup untuk berbuat banyak tanpa jutaan tangan dan kepala untuk bekerja bersama-sama. Untuk itu ajakannya, marilah kita bekerjasama untuk memajukan bangsa ini, sehingga kita menjadi bangsa yang memilki kekuatan yang besar.
Kita memilih seorang pemimpin karena hatinya.
Hati adalah tempat dimulainya semua kualitas.
Seorang yang berhati baik, akan membaikkan sikapnya terhadap orang lain, terhadap kejadian, dan terhadap kehidupan secara lebih luas.
Seorang yang berhati baik, akan membaikkan pikirannya bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan kehidupannya melalui kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan mereka yang dipimpinnya.
Seorang yang berhati baik, akan membaikkan tindakannya agar dia bisa meneladankan yang baik, menganjurkan yang baik, dan kemudian mengharuskan yang baik.
Maka jika kita memilih seseorang sebagai pemimpin kita, pastikanlah Anda memilih pribadi yang hatinya baik.
Semua tujuan baik ini hanya akan bisa terwujud. Tatkala hati kita satu, maka bangsa ini akan berjalan dalam koridor kebenaran, dan disanalah cita-cita kita sebagai bangsa yang adil, makmur, mandiri dan bermartabat.
Pribadi pemimpin kita mudah-mudahan dengan tanpa berjanji, menjanjikan kepemimpinan yang menyejahterakan kita semua,yang membahagiakan dan memuliakan kehidupan kita.
Terima kasih Pak Mario Teguh atas ilmu dan nasihat terbaik yang Bapak sampaikan. Semoga kehidupan Bapak dan keluarga semakin berkah.
Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways edisi Khusus Golden Hearts dengan Topik “Hati Emas Pemimpin“. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.
Bagi sahabat yang ingin mendengarkan rekaman audio mp3 dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh, sobat bisa mendapatkannya di halaman Super Download.





