Mario Teguh Golden Ways 25 Oktober 2009: Dibalik Kesulitan, Ada Kemudahan
Sahabat indonesia yang baik, yang sedang mendekatkan diri sebagai saudara bagi orang lain. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 25 Oktober 2009, dengan Topik “Dibalik Kesulitan, Ada Kemudahan”. Episode MTGW kali ini adalah episode khusus liputan Pak Mario Teguh bersama team dari Padang. Sebuah episode yang dikemas untuk mendapatkan cerita dan cuplikan dari kekuatan dan ketabahan yang dengan prima dicontohkan oleh saudara-saudara terkasih kita di Padang dan sekitarnya. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:
Tidak mungkin Tuhan menaruh kita dalam keadaan sulit tanpa sebuah rencana untuk lebih memuliakan kehidupan kita.
Tidak ada sesuatu itu terjadi kecuali atas ijin Tuhan. Kalau sesuatu itu terjadi berarti ada maksud tertentu di balik kejadian itu.
Orang itu tidak mungkin ditaruh dalam suatu keadaan dimana dia tidak mampu menyelesaikannya. Berarti orang yang ditaruh dalam keadaan sulit itu adalah orang hebat. Tidak mungkin orang biasa akan bisa tahan dalam keadaan sulit yang melebihi kemampuannya.
Bukan yang terjadi kepada kita yang menghebatkan atau menghancurkan kehidupan kita, tetapi yang kita lakukan karena yang terjadi. Sesuatu yang terjadi, itu tidak lebih penting daripada yang kita lakukan karena kejadian itu. Musibah yang sama bisa kena kepada dua kaum, tetapi kaum yang lebih kuat akan cepat bangkit.
Cukupkan mengeluh, bantu yang perlu dibantu. Orang yang hebat itu adalah orang yang sedih tetapi dia berusaha membahagiakan orang lain.
Orang-orang yang kena musibah seperti di Padang adalah orang-orang yang bangga, orang-orang yang kuat, yang menatap masa depan dengan tegap, tidak terhalangi oleh puing yang ada dihapan mereka. Mereka melihat masa depan sebegai masa yang dimenangkan,dengan cara berjalan gagah diatas puing-puing itu.
Dalam ilmu kepemimpinan, orang-orang yang bisa bertindak yang sangat mendahulukan kepentingan orang lain, itu bisa diberikan tugas-tugas besar. Karena semua tugas itu yang penting tindakannya, bukan merencanakan keberhasilan di alam tindakan.
Dengan adanya bencana, mungkin saja kita diingatkan untuk lebih saling menyayangi sesama. Sangatlah tidak bijak kalau ada yang mengatakan, bencana ini diakibatkan karena pemimpinannya korup atau pemimpinnya tidak amanah. Tidak mungkin orang yang tidak mengerti apa-apa dia dihukum karena ketidak-jujuran orang lain.
Tidak mudah untuk menerima kehidupan yang dicabik, yang berubah dalam waktu yang cepat seperti gempa di Padang. Tetapi memang bencana tidak mungkin dikenakan kepada kaum yang tidak kuat, hanya kepada saudara-saudara kita yang sekuat itu. Bukan besarnya bencana yang akan mengubah kehidupan, tetapi besarnya kesungguhan untuk menjadikan kehidupan ini besar.
Hidup kita ini hanya sementara, hidup kita yang sebentar didunia ini, akan sangat menetukan kualitas kehidapan yang abadi di akhirat nanti. Maka jangan sepelekan kualitas hidup didunia.
Bukan yang terjadi kepada kita yang menentukan kualitas hidup kita, tetapi apa yang kita lakukan karena yang terjadi itu. Dan saudara-saudara kita di Padang itu menunjukan kualitas hidup yang mengagumkan.
Berhati-hatilah dengan semua kehudipan duniawi yang ada disekitar kita yang sering kita sepelekan, kehidupan surga itu dimulai disini, menjadi pribadi yang penyayang dan pengasih. Jika dunianya baik, maka akhiratnya niscaya akan baik. Jika Tuhan menginginkan kita menjadi manusia yang bermanfaat, itu berarti bermanfaat selama hidup.
Maka ajakannya yuk.. kita saling menyayangi, lihat setiap orang itu sama indahnya. Kalau kita melihat sebuah virus, kita tidak akan mampu untuk membedakan yang cantik dan yang tidak. Begitupun kita dimata Tuhan, juga terlalu kecil untuk dibedakan berdasarkan paras dan bentuk kejadiannya. Kalau kita ingin mempunyai pandangan seperti yang diharapkan Tuhan, lihatlah semua orang dengan penuh kasih sayang.
Jangan pernah puas dengan baik, kalau lebih baik itu masih mungkin. Kita itu sering mencukupkan baik, padahal belum tentu baik. Sikap yang belum puas dengan hanya baik saja, ini melatih mental supaya tidak menyesuaikan diri dengan yang kurang.
Karena kurang-pun kalau kita sudah biasa akan seperti baik. Maka jadilah orang yang menuntut yang lebih baik dan mengupayakan yang lebih baik.
Kita itu tidak mungkin selalu mendapatkan perhatian sesuai yang kita minta. Maka jadilah orang yang mau tidak mau didahulukan dalam setiap hal. Maka urutan karir itu ada tiga:
- Melakukan yang bisa dilakukan orang lain
- Bisa melakukan yang sulit dilakukan orang lain
- Mampu melakukan yang tidak mungkin dilakukan orang lain
Kita tidak mungkin bisa melakukan yang tidak mungkin dilakukan orang lain, kalau tidak memulai dengan melakukan yang sama. Kemudian kita berusaha melakukan yang sulit dilakukan orang lain, dan tahu-tahu kita bisa melakukan yang tidak mungkin dilakukan orang lain, dan hebatnya lagi kita melakukannya dengan mudah.
Orang yang kuat adalah orang yang dimana ada waktu untuk bersedih, tetapi ada waktu untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi lebih kuat daripada yang dicobakan kepadanya.
Bagaimana sikap kita terhadap isyu yang kebenarannnya masih diragukan, seperti akan terjadinya bencana dsb?. Kalau Anda tahu bahwa berita itu hanya isyu, mengapa Anda mengijinkannya untuk mengganggu tidur anda?. Kalau Anda tahu bahwa itu tidak benar, mengapa Anda menjadi tidak bahagia karena itu?. Jadilah pribadi yang mencontohkan kekuatan diatas semua isyu.
Kita semua tidak bisa menghindari masalah, bahkan sebagian dari kita hidup diatas masalah. Tetapi kehidupan ini dibangun keberhasilannya bukan karena bebas dari maslah, tetapi masalah apapun yang kita hadapi, kita tetap mengapung diatasnya. Seperti halnya sebuah kapal diatas air, mereka lebih berat dari air, tetapi mereka tetap mengapung.
Kita tidak lebih kuat dari gempa, tidak lebih kuat dari badai, tidak lebih kuat dari topan, tetapi kita diberikan pikiran, kecerdasan, kesungguhan, dan tenaga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Pelajaran paling penting yang bisa kita lihat di Padang adalah apabila kita bersaudara dan mensaudarakan diri. Tidak ada penderitaan yang terlalu besar, karena semua orang yang ada disekitar kita, bahkan yang bukan saudara-pun menjadi saudara, saat terjadinya musibah atau bencana.
Maka baik-lah kepada orang di sekitar, mudahkanlah hubungan yang baik, mudahkanlah pengertian yang baik, agar saat kita terkena musibah walaupun kita tidak berharap, kita tetap menjadi pribadi yang tetap bersama-sama membangun kehidupan yang kuat.
Majukanlah diri Anda sebagai saudara bagi orang lain, dekatkan-lah diri Anda sebagai saudara bagi orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi.
Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Dibalik Kesulitan, Ada Kemudahan”. Jika sekiranya didapati kekurangan - suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.
Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, yang telah menyadarkan kami untuk bisa mengambil hikmah dibalik musibah. Mudah-mudahan kita senantiasa dibimbing Tuhan untuk menjadi manusia terbaik, yang bisa memberikan manfaat bagi sesama.
Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super Download


















October 27th, 2009 at 7:53 am
Wa,okai bgt resumenya. hampir sepenuhnya sama kaya tayangan hari minggu kmaren. sipp de. makasi yaa,sy jd bs baca darisini.
[Reply]
October 28th, 2009 at 4:29 am
trima kasih telah merangkum acara GW, semoga bermuara kepada perjuangan mulia menuju terkuaknya akses tanpa batas dari Anugerah dan RidhoNya.
[Reply]
October 29th, 2009 at 2:31 am
Website Anda sangat bermanfaat!
Terima kasih ya!
[Reply]