Mario Teguh Golden Ways 27 September 2009: Tangga Menuju Surga
Sahabat indonesia yang baik, yang sedang mengupayakan kebaikan yang membaikkan. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 27 September 2009, dengan Topik “Tangga Menuju Surga”. Tidak semua yang mengkilat itu emas, dan tidak semua yang gemerlap itu bernilai. Dan ada orang yang menganggap jalan menuju surga itu bisa dibayarnya dengan uang. Padahal perjalanan naik menuju surga itu hanya bisa dilaksanakan dengan kepantasan, bukan harga, bukan harta dan bukan uang. Karena banyak orang yang berharta banyak tetapi tidak pantas bagi kebaikan. Berikut adalah resume lengkap yang bisa kami catat:
Entah mengapa kita selalu melihat surga itu sebuah tahapan yang harus dicapai dengan naik. Sehingga naik itu juga memberikan kesan akan sulit dan berat, kalau tidak, kita akan dibawah kemudian harus naik lagi. Lalu kita menggambarkan neraka itu dibawah.
Jadi kalau begitu, mungkin kita harus lihat lagi bagaimana kita menyikapi kehidupan ini yang naik dan yang turun. Karena banyak orang yang sudah bisa hidup dalam kualitas kesurgaan, dalam kehidupannya didunia.
Tidak semua yang mengkilat itu emas, dan tidak semua yang gemerlap itu bernilai. Dan ada orang yang menganggap jalan menuju surga itu bisa dibayarnya dengan uang. Padahal perjalanan naik menuju surga itu hanya bisa dilaksanakan dengan kepantasan, bukan harga, bukan harta dan bukan uang. Karena banyak orang yang berharta banyak tetapi tidak pantas bagi kebaikan.
Sehingga kalau boleh disimpulkan, mata uang yang bisa digunakan untuk membeli tiket masuk surga adalah kebaikan.
Kalau kita mau pergi ke surga, maka wajah kita harus menghadapa ke surga. Waktu anda menghadap kemanapun, sadarlah bahwa anda menghadap Tuhan. Maka siapapun dan apapun kejadian yang menimpa kita, terletak antara kita dengan Tuhan, dan Tuhan selalu menyaksikan.
Itu sebabnya berlakulah sebaik-baiknya, apapun keadaan yang terjadi karena kita berada dalam pengamatan Beliau.
Tidak ada kecintaan kepada Tuhan yang tidak dibuktikan dalam kehidupan. Bukti kecintaan kita kepada Tuhan adalah kita menuruti perintah Beliau untuk memuliakan kehidupan.
Kepada siapa saja yang menginginkan perubahan besar dengan segera, akan diberikan hadiah untuk berubah dengan segera dan besar. Tetapi hadiah itu akan dilihat sebagai penderitaan.
Kalau kita ingin membuat sebuah pisau, pilihan terbaik akan jatuh kepada bahan baku baja daripada yang berbahan baku tembaga. Itu sebabnya kita akan lebih memilih seseorang yang keras, sulit, dan agak sombong, untuk ditempa menjadi pribadi yang mewakili kita dengan baik, daripada seseorang yang sangat penurut.
Perhatikanlah orang-orang yang hebat dalam karirinya, waktu mudanya mempersulit orang tuanya, mengecewakan banyak pacarnya, membuat menyesal mertuanya, menyiksa para atasannya. Karena mereka punya pendapat sendiri yang kaku. Tetapi sekali mereka berpendapat benar, tidak ada uang yang membuatnya tidak jujur, tidak ada pujian yang membuatnya lemah, tidak ada hutang yang membuatnya membayar dengan hal-hal yang tidak amanah.
Jadi kalau melihat orang yang keras dan sulit, maka tersenyumlah, karena dia adalah bahan baku bagi pribadi yang hebat. Tetapi semua pandai besi juga akan memilih, baja yang terlalu sulit ditempa dan dikikir, maka akan dibuang. Karena hidup kita pendek dan tidak banyak waktu, dan orang-orang besar itu mencari orang kuat tapi cepat dibentuk.
Maka apapun yang orang katakan tentang karakter, jadikanlah diri anda pribadi kuat, dan ijinkan diri anda mengabdi kepada seseorang yang kuat, lalu ijinkan dia menjadikan anda wakil baginya. Karena kalau anda mewakili seseorang yang kuat, maka anda akan jadi orang yang kuat.
Kalau anda benar-benar mencintai Tuhan, jangan ada uang dengan jumlah seberapapun, yang membuat anda tidak tampil damai dihadapan Tuhan.
Kalau kita disayangi Tuhan, kita akan dibuat tidak mempunya jalan keluar, atau dibuat tidak punya apa-apa. Maksud dari Tuhan ini adalah supaya kita tahu, bahwa kita punya Tuhan.
Banyak orang yang selama memiliki banyak uang, hidupnya merasa tenang, bukan karena kesadarannya bahwa adanya Tuhan. Sehingga Tuhan ambil itu semua, lalu Tuhan bilang “Tanpa itu semuapun kalau kamu tahu ada Aku, kamu bisa tenang”.
Kalau dilihat tanda-tandanya, orang-orang yang akan duduk di surga itu adalah orang-orang yang sudah biasa dengan cara-cara yang nanti dibutuhkan di surga. Yaitu bersikap santun kepada sesama, lalu semuanya tampil dengan sebaik-baiknya. Kalau di surga kita dijadikan sebaik-baiknya, kalau dalam kehidupan di bumi, kita menjadikan diri sebaik-baiknya.
Kalau kita mau berubah, kita akan diberikan hadiah yang dinamakan ‘keterdesakan’. Saat kita tidak lagi mempunyai jalan lain kecuali melakukan sesuatu. Tetapi keterpaksaan ini sering kita lihat sebagai hukuman. Jadi kalau anda harus ‘terpaksa’ jangan lagi mengeluh, anda lihat ke arah anda biasanya melihat surga, lalu katakan “Terimakasih Tuhan, ini perintah bagiku untuk menyegerakan tindakan, tidak lagi aku menunggu siap, tidak lagi aku menunggu semuanya harus baik, dan tidak lagi aku menunggu semuanya harus setuju. Aku laksanakan sekarang”
Kalau dilihat dari sudut orang baik, ada dua jalan dalam kehidupan ini, yaitu jalan kebaikan dan jalan yang membutuhkan kebaikan. Kalau kita berbicara dari sudut kebaikan, maka tanda bahwa kita berada dalam jalan kebaikan adalah damainya hati saat mendengar seruling kebaikan. Saat kita mendengar pemuka agama berbicara kebaikan, hati kita damai. Saat berbicara dengan pemimpin yang mengharuskan kejujuran, kitapun damai.
Tetapi orang-orang yang berada pada jalan yang membutuhkan kebaikan, hatinya gelisah. Kegelisahan hati adalah tanda, bahwa kita berada pada jalan yang membutuhkan kebaikan. Jadi orang yang berada dijalan ini tidak sepanjang hidupnya, ada orang-orang yang sangat shaleh dan sangat beriman, yang pada hal-hal tertentu dia khilaf.
Apa perasaan anda jika anda mendengarkan pesan kebaikan?, Kalau anda damai berarti anda berada dijalan yang baik, tapi kalau anda gelisah anda memerlukan kebaikan.
Kalau anda mau memasak anda akan membutuhkan sesuatu yang memanaskan. Kalau anda butuh sesuatu kehidupan yang baik, maka anda membutuhkan sesuatu yang membaikkan. Dan hukumnya hanya kebaikan yang membaikkan.
Jadi apapun katanya hati, katanya pikiran, selalu tanyakan, itu membaikkan tidak?, kalau tidak, tinggalkan. Jangan percaya kepada orang telanjang yang menjanjikan baju baru bagi anda. Berapa banyak orang yang tertipu oleh orang susah, yang menjanjikan kelebihan.
Pekerjaan yang paling sedikit saingannya adalah pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan semua orang yang berhasil, melalui jalur itu. Yaitu apapun pekerjaannya, dia lakukan dengan sungguh-sungguh karena itu bukti bahwa dia pantas untuk naik. Dia bersungguh-sungguh supaya dia pantas untuk lebih luas. Sampai dia akhirnya berwenang.
Hidup kita terlalu penting untuk digunakan berlama-lama meragukan sesuatu. Karena semakin banyak tenaga yang anda gunakan untuk meragukan sesuatu, anda menjadikan yang ragu-raguh sebagai sebuah keyakinan. Karena yang anda fokuskan akan tumbuh.
Dalam kehidupan kita, tidak boleh kita berlama-lama tidak tegas antara jadi dan tidak jadi. Dan harus ada ketegasan anda menggunakan tenaga anda sebagai orang baik yang mau menjadi pribadi yang berwenang membaikkan.
Jangan lagi pikirkan apa yang anda lakukan aka memasukkan anda ke surga. Fokuslah pada yang kita lakukan sekarang, karena yang kita lakukan sekarang ini adalah yang memantaskan.
Orang yang memanah itu tidak lagi melihat yang dipanahnya saja, tetapi dia memperhatikan keseluruhan prosesnya menyampaikan panah ini ke titik sasaran.
Jadi kalau begitu anda adalah anak panahnya, berangkatlah dengan kelurusan yang sempurna, karena yang bengkok akan kembali kepada anda sendiri.
Hadapkanlah wajah kita kepada Tuhan, dan sangat sadarlah bahwa kita sedang diharapkan untuk berlaku baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.
Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Tangga Menuju Surga”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.
Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, yang tidak bosan-bosannya menyentuh kami dengan pesan-pesn kebaikan yang membaikkan.
Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super Download






September 30th, 2009 at 10:11 pm
Setuju mas, man jadda wajada, barangsiapa bersungguh-sungguh maka dialah yang mendapatkan. Kayaknya saya kok pernah mendengar nama Mario Teguh ya, motivatorkah?

[Reply]
redaksi
Reply:
October 2nd, 2009 at 12:22 am
He..he.., Pak Guru bisa aja, Terimakasih atas kunjungannya.
[Reply]
October 6th, 2009 at 5:47 am
dalam hidupku banyak berhubungan dengan orang-orang sulit, ya cerewet, egois, hati keras, keras kepala, banyak menuntut kata-katane pokok e harus dilaksanakan mendendam, tegelan, tegas tetapi menyakitkan, tegas tetapi menimbulkan luka hati, tetapi hikmat yang kudapat pelajaran yang dari semua itu membuat saya kuat dalam arti kuat menderita, mental agak kuat sehingga kalau mendapat hal-hal yang menyedihkan cepat berlalu
[Reply]
October 8th, 2009 at 3:32 am
Luar biasa sekali pengalamannya Ibu Tinik ini. Tidak semua orang bisa melewatinya dengan baik dan mengubahnya menjadi hal yang positif. Karena kebanyakan dari kita hanya dekat dengan mereka yang kita sukai. Dan seringkali kita menghindari orang yang tidak tidak kita sukai, padahal dari dialah kita akan mengenal sudut pandang yang baru, seperti pengalaman Ibu Tinik ini. Terimakasih Ibu sudah share pengalaman disini.
[Reply]