Mario Teguh Golden Ways 7 Juni 2009 : Motivamor
Sahabat Indonesia, Izinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways Metro TV, edisi ahad, 7 Juni 2009. Tema spesial kali ini adalah “MOTIVAMOR” atau Motivasi dan Humor. Dalam edisi spesial ini MTGW menghadirkan Tukul Arwana sebagai bintang tamu. Tukul adalah sosok entertainer yang bisa melihat yang dia miliki, sebagai yang terbaik dari yang dia miliki, dan menggunakannya menjadi sebuah kelebihan yang menghasilkan. Berikut resume yang bisa kami catat
Kita tidak harus percaya diri untuk berhasil. Banyak sekali orang menunggu percaya diri, padahal yang kita butuhkan adalah yang kita lakukan dalam ketidak percayaan diri itu.
Orang yang sangat yakin tapi melakukan kesalahan, lebih sulit berhasil dibandingkan orang yang tidak yakin, yang melakukan sesuatu dengan benar.
Stadard keberhasilan adalah orang itu disebut berhasil kalau baik. Orang kaya yang kekayaannnya dari mencuri itu orang jelek yang uangnya banyak, dia sesungguhnya orang gagal, karena gagal jadi orang baik. Sebaliknya kalau ada orang miskin, baik, ia sesungguhnya orang berhasil, tetapi uangnya masih sedikit.
Standard kita mengenai pendapat orang, sering mencegah kita dari melakukan sesuatu yang lebih berani. Pendapat orang terhadap kita itu sangat penting, sehingga kita tidak melakukan yang penting, padahal mereka bisa sama sekali tidak memikirkan kita.
Pertanyaannya apakah orang-orang yang anda takuti komentarnya, jika anda gagal apakah mereka membantu?, Tidak, Keberhasilan itu tanggung jawab pribadi.
Kalau kita melihat yang kita miliki, sebagai yang terbaik dari yang kita miliki, maka gunakanlah yang kita miliki sekarang. Apapun pendapat orang lain, itu akan berubah, kalau nanti anda berhasil.
Sebuah kesederhanaan itu jangan disepelekan. Sebuah pribadi yang sederhana itu pasti hasil dari sesuatu yang sangat canggih sebelumnya.
Jika Tuhan menantang kita untuk menciptakan seekor ‘lalat’ kalau kita bisa. Berarti Tuhan telah menjadikan semua ini prosesnya tidak sederhana, maka pastikan yang kita lakukan tidak sederhana.
Sistim perekonomian kita sangatlah kompleks, padahal dasarnya sangat sederhana yaitu ‘Buy Low, Sell High’, beli murah jual lebih tinggi. Tetapi coba perhatikan, betapa kompleks-nya prilaku kita, mengkompleks-kan yang seharusnya sederhana.
Seseorang yang hebat adalah orang-orang yang janjinya biasa, tetapi yang bisa dilakukannya adalah sesuatu yang memukau.
Kita harus menjadi pribadi sempurna. Apabila orang mengatakan tidak bisa, sebenarnya bisa. Sempurna itu tidak siap, berani melakukan, tidak tahu angkat tangan, belum pernah mencoba, mencoba. Karena gading yang sempurna itu harus ada retaknya, sedangkan gading yang mulus itu dari akrilik.
Jadi Tuhan menciptakan kita ini sudah sebaik-baiknya penciptaan.
Jangan pernah katakan ‘manusiawi’ untuk pelemahan diri kita dan pembenaran akan kegagalan kita, sebab manusiawi juga dilakukan oleh orang-orang hebat, termasuk kehebatan para pahlawan yang dengan gagah-nya mempertahankan kemerdekaan.
Jangan pernah berharap kepada mahluk, tapi berharaplah kepada yang memuliakan kita Tuhan Yang Maha Kuasa.
Setiap orang pasti akan berhasil, termasuk dengan cara-cara yang dia lakukan untuk menggagalkannya.
Berbahagialah kalau kesedihan anda sudah mencapai titik terendah, berarti tidak bisa lebih rendah lagi, sehingga setelah ini hanya tinggal kebahagiaan.
Apabila kita menasehatkan kebaikan kepada orang lain, kita diminta Tuhan untuk merasakan beban dari nasehat kita sendiri. Kalau kita menasehatkan kesabaran, kita akan langsung diuji dengan kesabaran.
Kalau kita punya masalah yang bisa kita sikapi dengan baik, kita mempunyai ‘a beautiful problem’. Jadi sebenarnya bukan masalahnya, tetapi bagaimana kita menyikapinya.
Setiap kita selalu dimintakan dampak dari yang kita nasehatkan. Apabila ini terjadi, maka bersiap-siaplah jadi pribadi yang lebih kuat dari kebanyakan masalah.
Banyak orang lebih percaya kepada orang yang lebih kaya walaupun yang dia katakan salah, daripada orang miskin walaupun yang diakatakannya benar. Jangan salahkan orang yang kaya dan didengarkan orang, salahkanlah yang mendengarkan, termasuk kita.
Jika semua orang sedang bermain badminton, anda jangan menggunakakn peraturan tenis. Masyarakat lebih menghoramti orang yang berhasil secara financial, secara struktural dalam organisasi, maka bermainlah dengan peraturan-peraturan mereka. Jadikan diri anda berhasil.
Kalau memang anda mau menyampaikan kebaikan datanglah kepada Tuhan “Tuhan, masyarakat lebih membutuhkan aku berhasil secara financial, bantu aku, agar kebaikan-Mu bisa dipercaya”. Lakukan itu, dan mudah-mudaha dengan cara itu, anda tidak lagi berpura-pura lagi menjadi orang kaya untuk didengarkan, karena anda sudah betul-betul kaya.
Kalau kita mau menjadi pribadi yang dihargai, pastikan keseriusan anda itu. Dilihat humornya bukan karena anda melucu, tetapi karena orang tertawa melihat dirinya sendiri. Yang ingin jadi orang kaya, tetapi tidak berprilaku yang akan kaya, ingin jadi orang berpangkat, tapi bercandanya jorok, ingin jadi orang terkenal, tapi bahasa yang digunakannya tidak baik.
Jadi apapun yang anda cita-citakan, bangunlah kesederhanaan dalam diri anda, yang menjadikan anda pribadi yang mencengangkan, mengagumkan dan mengharukan.
Untuk para pendidik, Tugas kita itu bukan untuk meledak-kan kehebatan orang, tugas kita itu mendampingi orang tumbuh secara alamiah dalam perasaan yang disayangi. Lalu Tuhan-ah yang memberkatkan perubahan itu. Karena dalam proses kita menemani mereka tumbuh dengan penuh kasih sayang itu, kita juga menjadi pribadi yang disayangi.
Ketika anda melebihkan kasih sayang kepada orang lain, maka kasih sayang Tuhan-pun akan dilebihkan kepada anda.
Kita adalah mahluk reaktif, kita jarang sekali bertindak tanpa sesuatu yang mengganggu dan menyerang kita secara stimulus.
Karena kita bereaksi, maka sebetulnya kehidupan kita ditentukan oleh kualitas reaksi kita.
Kemarahan bisa saja terjadi kepada siapapun, tetapi tidak semua orang mencapai kemulaiaan karena kemarahannya. Kesedihan bisa terjadi kepada siapapun, tetapi banyak orang malah mejadi lebih pantas untuk sedih, karena cara dia bereaksi terhadap yang menyedihkannya, membuat dia lebih pantas disedihkan.
Jadi kalau anda bertengkar dengan seseorang, hentikanlah pertengkaran itu dihati anda, bukan bersama dia, kemudian temui dia dengan ramah dan senyuman tulus penuh kehangatan.
Ada orang yang mempunyai ‘Delay Switch‘ atau saklar tunda, jadi jika ada sesuatu terjadi, tertunda sebentar baru kemudian menyala. Ada orang yang memmpunyai ‘Zero Dleay’, jika sesuatu terjadi langsung bereaksi, tanpa ditunda dulu. Padahal semua penyesalan dalam hidup ini karena salah bicara.
Kalau kita memiliki ‘Delay Switch’ yang baik, selalu kalau ada sesuatu menyerang kita, selalu tanya ’sebaiknya bagaimana?’. Kalau kita belum tahu, ambilah tokoh-tokoh besar dalam kehidupan ini yang ingin kita tiru. Kalau kita ada masalah coba tanya, kalau tokoh itu kena masalah, kira-kira apa reaksinya?
Orang besar kalau terkena sesuatu, akan bersikap seperti orang besar. Hanya orang kecil yang sakit, karena dipukul orang kecil. Jadi kalau kita orang besar, jangan bereaksi seperti orang kecil, dan kalau kita masih kecil, belajarlah bereaksi seperti orang besar.
Lihatlah kehidupan ini seperti tanah lapang yang tidak berpeta. Lalu kita hendak berjalan menuju kesuatu tempat yang namanya kehidupan yang baik. Karena kita tidak tahu cara dan jalannya yang tepat, maka arah jalan kita akan mencoba arah yang kita rasa tepat. Jika ternyata jalan kita salah, karena Tuhan Maha Penyayang, maka kita diberikan masalah, dan terus begitu sampai kita menemukan jalan yang benar-benar tepat.
Jadi sebetulnya apapun masalah yang kita temuai, cari yang baik, itulah cara berfikir ’smart’. Tidak ada kecerdasan dan intelegensia yang disebut ’smart’ jika itu menjadikan kita pribadi buruk.
Kalau begitu, syukuri halangan, berekasi baiklah, karena semua itu ditujukan agar anda sampai.
Kita menerima dan mengakui kasih sayang Tuhan kepada kita, dalam kehidupan kita. Tuhan Yang Maha mengasihi ini menyaksikan, bahwa terkadang kita harus berpura-pura.
Kalau kita berpura-pura kepada orang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, apabila itu untuk kebaikan, Tuhan tidak akan sampai hati mebiarkan kita berlama-lama dalam berpura-pura.
Kalau kita berura-pura dalam kebaikan, Tuhan akan menghentikan kepura-puraan itu dengan menjadikan kita, betul-betul jadi.
Maka anjurannnya adalah, sadarlah bahwa kita diminta untuk berlaku baik, itu sebabnya setialah pada prilaku yang baik, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Terima kasih Pak Mario Teguh atas ilmu dan nasihat terbaik yang Bapak sampaikan. Mudah-mudahan kami bisa meng-aplikasikan-nya dalam kehidupan nyata.
Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “MOTIVAMOR“. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.
Bagi sahabat yang ingin mendengarkan rekaman audio mp3 dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh, sobat bisa mendapatkannya di halaman Super Download.





