Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benar
Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah? Sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.
Contohnya: Ketika orang memulai bisnis, dia tahu bahwa dia suka sekali bisnis ini. Dia tahu sekali bahwa dia bisa belajar dan bahkan dia sudah belajar dari yang terbaik di bisnis ini. Tapi ketika dia mau melangkah…. Dia takut-takut.
Kenapa kok dia takut? Kenapa kok dia membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena dia sering kali di dalam otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.
Contohnya: Dia bertanya “kalo nanti gagal bagaimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti pengelolanya curang bagaimana yah?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, langsung keluar imajinasinya. “Kalo gagal gimana yah? Kalo rugi bagaimana yah?” Akibatnya dia takut.
Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Kita tanya kepada diri kita “kalo saya tidak mulai hari ini, rugi nya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?” Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi siapa yang
harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?
Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, jadi kita jauh lebih siap dan kita tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu selalu akan ada, keraguan akan selalu ada, kamalasan akan selalu ada.
Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu-ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, Dia tetap take action. Dia tidak membiarkan ketakutannya menghentikan dia. Dengan Ketakutan ini membuat kita jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan kita jauh lebih siap, dan akhirnya kita jauh lebih sukses, bukannya menghentikan.
Contoh berikutnya “Tentang bagaimana pertanyaan akan membimbing kita, akan membawa hasil yang besar” Ketika saya mempunyai penghasilan sekian, Misalnya sebut kata A rupiah. Saya selalu tanya: “kalo saya bisa mencapai A dalam waktu 1 tahun, kenapa tidak dalam 1 bulan? Bagaimana caranya bisa mencapai A ini dalam waktu 1 bulan? Ketika A dalam 1 bulan saya challenge, saya tantang diri saya sendiri. Bagaimana A ini saya bisa dapatkan dalam waktu 1 hari? Caranya? ”
Nah ketika otak kita dipaksa berpikir seperti itu, hasilnya akan sangat mengagumkan, keluarlah begitu banyaknya kreatifitas sehingga saya bisa mencapai apa yang saya hasilkan dalam waktu 1 tahun, sekarang bisa dihasilkan dalam waktu 1 hari.
Saya tanya “Saya harus belajar apa? Siapa yang sudah bisa? Siapa yang punya penghasilan seperti ini? Kemudian siapa yang bisa membantu saya?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, mendadak saya menemukan partner-partner yang tepat, saya menemukan cara-cara yang tepat, saya menemukan ilmu-ilmu yang tepat.
Jadi, Selalu Challenge (Tantang) diri Anda, TANYA untuk jadi lebih baik.
Sumber: Tung Desem Waringin






May 3rd, 2009 at 3:04 am
yap keren banget artikel ini… memakai kesuksesan orang lain ntuk memacu diri sendiri
[Reply]
May 3rd, 2009 at 4:17 am
Keren artikelnya… Membangun…
Salam kenal mas… makasih udah mampir di blog aku…
[Reply]
May 3rd, 2009 at 10:30 am
nice post… mas….
[Reply]
May 3rd, 2009 at 1:33 pm
makasih inspirasinya
[Reply]
May 3rd, 2009 at 11:40 pm
@Reza: Ya.. untuk menghebatkan diri kita, terkadang kita harus banyak bercermin dan belajar terhadap kehebatan orang lain.
@AlvienRizki: Salam kenal juga mas, senang berkenalan dengan salah satu pemenang beberapa kontes blog
@andrie callista: Terimakasih
@annosmile : Terimakasih juga atas kunjungannya
[Reply]
April 4th, 2010 at 3:51 am
apa yang dipaparkan diatas terjadi pada diri saya sendiri… hanya yang saya alami dan sangat berbahaya adalah disaat menjalankan apa yang menjadi tujuan kita, ditengah jalan, pertanyaan : jangan2 gagal… ato hasil tidak sesuai.. blablabla…. itu yang repot… bagaimana agar kita tetap fokus pada tujuan kita… itu yang sulit, karena selalu berbenturan dengan kenyataan di depan mata……
[Reply]