TDW: Pilih yang Menghasilkan, Lalu yang Anda Sukai, dan Akhirnya Pilih yang Mudah
Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.
Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekerjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan. Kenapa? Karena dia mencari yang mudah.
Dalam hidup ini kalo Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalo Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.
Jadi No. 1 di dalam hidup ini dan dalam memilih bisnis kita harus pilih goal-goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, goal mental kita, goal apapun, dan kemudian kita sadari goal-goal tadi kira-kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?
Dan kemudian sadari goal-goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya berapa, kita hitung kita butuh uang itu umur sekian umur sekian. Dari situ baru kita cari: Bisnis-bisnis apa atau Pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan.
Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, setelah ditulis, baru kita pilih: Mana yang kita suka. Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan. Coba bayangkan: “Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebetulnya dia tidak suka basket?” Tidak mungkin.
“Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka nari?”. Tidak mungkin. Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: “Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?”. Jawabnya: “Boleh” dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.
Saran saya: cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai.
Sumber: 24 ILMU MILYARDER—TUNG DESEM WARINGIN






March 23rd, 2009 at 4:57 pm
saat ini sy bekerja di tempat yg tdk sesuai dgn bidang sy,dgn tujuan mendapatkan jaminan untuk keluarga sy, dan mungkin sy bisa dpt pekerjaan sampingan yg sesuai bidang sy, karena sy bekerja dgn sistem shift. apakah sy bisa berhasil dgn langkah sy ini?
[Reply]
March 23rd, 2009 at 11:17 pm
Karir yang baik itu tidak harus selalu sesuai dengan bidang yang dipelajari sebelumnya. Kalau kata Pak MT, Suatu karir disebut baik bila memenuhi tiga kriteria utama:
* Pekerjaan anda harus memenuhi kecintaan hati anda.
* Memberikan kebebasan bagi diri anda, baik kebebasan waktu maupun kebebasan finansial
* Batas pertumbuhannya tidak mempunyai batas pertumbuhan.
Intinya kalau kita ingin sukses dalam berkakrir, pilihlah karir yang bisa menghebatkan kita. Mengenai pekerjaan sampingan lebih jelasnya silahkan dibaca-baca lagi disini
[Reply]
April 2nd, 2009 at 5:16 am
Karakter saya salah satunya sebagai seorang “long rang thinkers”, selalu saja mencari makna dan arti, dan itu seperti menghambat saya untuk bertindak praktis karena berada dalam comfort zone pemikiran, bagaimana cara mengubah pikiran, seperti nasehat pak mario adalah melakukan/sederhanakan tindakan, tapi tetap sulit… keluar dari zona ini…
[Reply]
January 14th, 2010 at 10:12 pm
atas artikel anda ini membuat saya berpikir lagi untuk segera meninggalkan pekerjaan saya yg tidak menghasilkan
[Reply]